Jam

Saturday, April 27, 2013

"Mengasah Jiwa"

1. Hiasi Dengan Kejujuran
2. Jauhkan Diri Dari Sikap Dengki
3. Yakin Bahwa Allah Tidak Akan Memberikan Ujian/Cobaan Kecuali Sesuai Kemampuan Kita
4. Tawakkal Kepada Allah
5. Sabar

Friday, April 26, 2013

Bagaimana cara menjaga dan mengelola hati kita ???

Sesungguhnya inti dari diri kita adalah hati atau kalbu kita sendiri. Hati inilah potensi yang bisa melengkapi otak cerdas dan badan kuat menjadi mulia. Dengan hati yang hidup inilah orang yang lumpuh pun bisa menjadi mulia, orang yang tidak begitu cerdas pun dapat menjadi mulia.

Andaikata hati kian bersih tentu akan nikmat sekali menjalani hidup ini. Kalau hati kita ini bersih dan sehat, pikiran pun bisa menjadi cerdas. Mengapa? Karena tidak ada waktu untuk berpikir licik, dengki, atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sekali saja kita tidak suka kepada seseorang, lambat laun kebencian itu akan memakan waktu, menihilkan produktivitas, dan menghilangkan kebahagiaan kita. Kita akan lelah memikirkan orang yang kita benci.

Dengan kebersiahan hati, insya Allah otak kita akan lebih cerdas, ide lebih brilian, gagasan lebih cemerlang. Orang yang bersih hati itu punya kemampuan berpikir lebih cepat daripada orang lain. Namun orang yang kotor hatinaya, cuma akan jalan di tempat. Dia akan sibuk memikirkan kekurangan orang lain, yang ada dalam pikirannya hanyalah kejelekan orang. Hatinya akan menjadi sempit.

Ada beberapa langkah untuk menjaga dan mengelola hati kita, yaitu pengenalan diri, pembersihan hati, pengendalian diri, pengembangan diri, makrifatullah, dan ikhlas. Pada hari ini kita akan membahas mengenai langkah pertama dalam menjaga dan mengelola hati, yaitu pengenalan diri.

Ikhitiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri dan orang lain. Tanpa pemahaman dan pengenalan yang mendalam mustahil kita bisa terhindar dari kekotoran hati. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa sumber dari kiat menjaga dan mengelola hati adalah pengenalan diri.

Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan dan emosinya adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. Jadi, tentunya kita akan bisa mengendalikan diri begitu kita mengenalnya secara mendalam. Orang-orang yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya, itu karena mereka asing dengan diri mereka sendiri. Lalu, bisa terjadi pada suatu waktu mereka melakukan perbuatan maksiat sementara mereka merasa melakukannya tanpa sadar.

Untuk mengenal diri kita tentu memulainya dari sebuah proses yang mendalam, bukan tiba-tiba saja kita bisa memahami diri kita. Proses mendalam ini dengan cara introsepeksi diri. Proses introspeksi diri ini tentunya bisa berjalan efektif manakala kita mampu menata suasana hati kita.

Langkah awal untuk mengenal diri kita adalah dengan mencermati potensi yang ada pada diri kita. Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Artinya, jika kita memikirkan bahwa diri kita ini tidak berguna, maka ketidakbergunaan itulah yang akan tetap menjadi cap diri kita. Dengan demikian, potensi-potensi positif yang ada pada diri kita akan padam.
Kita sering bertanya-tanya, siapa aku, untuk apa aku di dunia ini, siapa yang menciptakan aku, apa yang bisa ku perbuat, apa kelemahanku, dan apa kelebihanku? Jawaban atas semua pertanyaan itu akan kita peroleh dengan mendalami hati dan medekatkan diri kepada Allah SWT. Hati sebagai pusat kendali jasad dan otak, otak sebagai sarana pengembangan akal dan penggerak perilaku, dan fisik yang menjadi gambaran akal dan suasana hati. Jadi selain itu, orang lain pun dapat membantu kita untuk mengetahui sipa diri kita. Besar hati menuai kritik dari orang lain dan kuat hati menerima pujian.

Pada Q.S ar-rad ayat 11 : “....Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri....” Ayat ini penegasan bahwa Allah hanya akan membiarkan suatu kaum yang terpuruk apabila mereka tidak berniat dan berusaha berubah.

Langkah kedua adalah fokuskanlah pada diri sendiri. Uruslah diri sendiri sebelum mengurus orang lain. Perbaikilah diri sendir sebelum memperbaiki orang lain. Dan bersihkanlah diri sendiri sebelum membersihkan orang lain.

Langkah terakhir adalah ubahlah persepsi. Persepsi adalah cara pandang kita terhadap potensi-potensi pada diri kita. Karena itu, jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak bisa diperbaiki, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah sukses.

So,,reNungi lah,,"Siapa diri kita..??"

Jiwa Yang Tenang

Bagaimana mendapatkan jiwa yang tenang dalam kehidupan kita?

 
Ada 3 hal yang akan menenangkan kegelisahan jiwa, yaitu:
1. Keikhlasan
2. Kesyukuran
3. Keharusan memampukan diri
Apabila ada masalah terjadi, ada kesulitan, ada tantangan, katakanlah “Aku harus ikhlas, bersyukur dan memampukan diri“.
Orang yang ikhlas, bersyukur, dan selalu bekerja untuk memampukan diri tidak mungkin hatinya bisa digelisahkan oleh masalah-masalah yang lebih kecil dari dirinya.
Kita akan selalu lebih besar kemampuan kita daripada masalah yang dihadiahkan oleh Tuhan.
Apakah kita harus menghindari masalah dalam hidup untuk mendapatkan jiwa yang tenang?
Masalah atau kesulitan tidak akan hilang dalam kehidupan. “Hidup itu sulit” memang benar, tidak ada yang mengatakan hidup ini mudah. itu sebabnya kita harus memampukan diri sehingga yang dulu menyulitkan kita tidak lagi sekarat.
Tugas kita bukan mengecilkan masalah, bukan menghapus masalah, tetapi menjadi pribadi-pribadi yang lebih besar dari pada masalah yang dihadapi dalam kehidupan kita.
Mengapa kegelisahan itu kebanyakan datang dari orang-orang terdekat?
Cinta itu tidak mungkin membuat kita tidak peduli, dan cinta itu selalu membuat kita menuntut.
Tuntutan pertama dari cinta adalah “Engkau milikku,itu sebabnya cinta harus memiliki.”
Karena harus memiliki, kita ingin dia menjadi yang terbaik, jika dia tidak menjadi yang terbaik kita marah. Itu sebabnya kita lebih mudah marah kepada anggota keluarga daripada orang lain.
Semakin anda mencintai semakin anda mudah marah. Enaknya kalau orang tahu itu bisa mencegah sebelum sesuatu terjadi. Jadi jika kita menuntut orang yang kita cintai, bersabarlah karena anda belum tentu jadi yang terbaik baginya.
Apakah orang yang sabar termasuk kategori orang yang hatinya tenang?
Sabar bukan sifat, tapi akibat dari ikhlas dan bersyukur. Orang sabar itu akibat dari pemikiran yang ikhlas dari hati yang bersyukur dan dia tahu dia harus memampukan diri. Tuhan tahu kita harus memampukan diri.
Kalau kita berusaha ikhlas, apakah menerima semua permasalahan dan kekurangan yang kita miliki, Ikhlas untuk yang sudah terjadi, tapi jangan ikhlas kalau belum terjadi, upayakan yang terbaik.
Keikhlasan itu menerima Tuhan dengan segala kebenarannya.
Ikhlas itu tidak mengarang-ngarang lagi mengenai fatwa, haram, halal, tidak ada karangan dalam hidup.
Manusia yang mengeluarkan fatwa itu tidak membuat fatwa, dia hanya mengambil dari yang telah ditetapkan Tuhan, lalu disampaikan kepada saudaranya dengan perasaan takut salah.
Keikhlasan itu menerima segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan sebagai kebenaran sebagai pedoman hidup menjadikan kita “up” tertuntun dalam “logika iman.
Logika yang berdasarkan iman kebenarannya tidak mungkin salah, karena kebenaran yang tersambung dalam kebenaran dunia dengan akhirat.
Siapakah yang lebih besar memiliki rasa ikhlas?, apakah orang yang memiliki jiwa yang tenang atau orang yang memiliki jiwa yang besar?
Jiwa yang tenang adalah kualitas hasil dari 3 hal: ikhlas, syukur dan memampukan diri…
Jadi yang paling tenang adalah yang paling ikhlas, paling bersyukur, dan paling memampukan diri.
Ketenangan bukanlah keadaan yang tanpa masalah, tapi keanggunan karena meyakini apapun yang terjadi adalah untuk kebaikan, bisa dan akan terselesaikan dengan baik.

IKHLAS ADALAH SEGALA SESUATU YANG DISAMPAIKAN SEBAGAI KEBENARAN OLEH TUHAN YANG HARUS DITERIMA.

Orang yang jiwanya tenang, hatinya tidak berbicara ketika melihat orang lain terutama ketika melihat yang aneh-aneh. Masalah hati bisa berkurang dengan cara mendoakannya..
ORANG-ORANG YANG SULIT MEMBUAT SESEORANG UNTUK DAMAI ADALAH ORANG-ORANG YANG MASIH MEMILIKI SIFAT SOMBONG, PENCEMOOH, DAN MUNAFIK.
Bagaimana cara mendapatkan jiwa yang tenang secara konsisten?, karena biasanya jiwa kita tenang hanya sesaat.
Jiwa yang tenang hidupnya diserahkan kepada Tuhan….
Apa yang membedakan ketenangan jiwa dengan ketenangan pikiran?
Semua kehidupan kita baik kalau juga hatinya baik..
Hati tidak baik kalau pikirannya tidak baik.
Hati menentukan kualitas hidup..
Kualitas hati ditentukaan oleh kualitas pikiran
Pikiran bisa dibangun dengan ilmu dan pengetahuan..
Orang yang tahu, tahu cara mengelola hatinya, lalu dirinya menjadi baik.
“BERSERAHLAH, PASRAHKANLAH DIRIMU KEPADA TUHAN, AGAR DIRIMU MENJADI SEPENUHNYA BUAT-NYA, KEMUDIAN TUHAN TIDAK AKAN MUNGKIN MENYIA-NYIAKANMU.”

“Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui gunanya, dan musuh adalah sahabat yang belum jadi.”
Ikhlas itu seperti bagian tangkai yang bergerak yang naik turun, kalau tidak kita bidik ia akan meleset, jadi setiap hari ia harus menjadi pribadi yang awas, yang tahu apa yang sedang terjadi dan menyesuaikan keikhlasan dan kesyukurun dengan apa yang terjadi saat itu..
Adakah batasan-batasan yang harus kita ketahui ketika kita ada keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih mampu?
Bagi impian kita tidak ada batas, biasanya yang membatasi impian kita adalah tingkat upaya kita.
“Tidak ada impian yang terlalu tinggi, yang ada adalah upaya yang tidak cukup.”
Tuhan menetapkan, kamu tidak akan merubah nasibmu kecuali kamu berupaya.

Kesimpulan:
Kalau anda ikhlas menjadi orang kecil, saya heran karena tidak ada orang ikhlas jadi orang kecil.
Tugas kita adalah sebagai khalifah, dalam diri kita sudah ada tugas-tugas sebagai khalifah, itu tanda bahwa kita itu penting. Anda itu penting bagi Tuhan, maka tugas anda adalah meminta dan berdoa kepada Tuhan..
….Yuk.. kita jadi orang yang oleh Tuhan ditenagai dengan hebat…
….karena kita memutuskan untuk menjadi jiwa yang …
….Ikhlas….bersyukur…. dan memampukan diri…

Demikian rangkuman singkat dari Mario Teguh Golden Ways dalam episode Jiwa Yang Tenang. Mohon maaf jika terjadi banyak kekurangan dalam teknik penulisan, dan semoga bisa memberikan manfaat. (Sukses buat Kita semua

Ya Allah Izinkan Dia Untukku,

Pada hakikatnya kesempurnaan hanyalah Milik Allah dan sebagai umatnya kita hanya bisa berusaha untuk jadi yang terbaik, tanpa ingkar atas ketetapan yang telah tergariskan untuk kehidupan yang mesti dijalani. Menerima takdir keputusan akan jodoh, rezeki, juga segala anugerah apa adanya dengan senantiasa bersyukur akan membuat hidup lebih dalam ketenangan.

Thursday, April 25, 2013

Ungkapkan Rasa Dihatimu  Yang Sebenarnya, Jangan Pernah Membohongi Hati, Untuk Menyenangkan Hati Orang Lain, Karena, akan sakit Rasanya bila Dibohongi!!!!

Menyakitkan, Bila Cintaku Selama Ini Ternyata Hanya Dibalas Dengan Kebohongan, Namun Takkan Pernah Ku Sesasali, Karena AkuLah Yang Memilihmu....!!!!., Karena Arti Hadirmu Begitu Berarti...... !!!!
Aku Kecewa Dengan Sikapmu!!!, Semoga Apa Yang Aku Pikirkan, Itu Hanya Pikiranku Saja, Tolong Berikan Aku Kejelesan, Jangan Buat Aku Bingung Dan Bertanya-tanya,.,,

Aku Hanya Wanita Biasa Yang Punya Hati Dan Perasaan..,,,