Jam

Saturday, March 30, 2013

4 TINGKAT MANUSIA DALAM MENGHADAPI UJIAN/MUSIBAH

Manusia terbagi menjadi 4 tingkatan dalam menghadapi ujian atau musibah.

1. Tingkatan Pertama : Mengeluh , Kesal dan Marah

Ini terbagi kepada beberapa macam:

Terjadi di dalam hati, misalnya jengkel terhadap Tuhan karena taqdir buruk menimpanya. Ini dilarang dalam Islam, terkadang malah bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Allah Ta’ala berfirman: "Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keaadaan itu, dan jika ditimpa suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Ia rugi dunia dan akhirat" [QS.Al-Hajj : 11]

Dengan lidah, misalnya putus asa, meminta celaka atau berdoa keburukan yang lainnya.
Dengan anggota tubuh , melampiaskan dengan melukai tubuh sendiri/orang lain.

Semua ini dilarang karena bertentangan dengan sabar yang merupakan kewajiban setiap muslim.

2. Tingkatan Kedua : Bersabar

Seperti diucapkan oleh seorang penyair "sabar seperti namanya, pahit rasanya tetapi lebih manis hasilnya dari pada madu" Maka orang ini akan melihat bahwa suatu musibah itu berat, namun ia tetap menjaga imannya sehingga tidak marah-marah, meski ia berpandangan bahwa adanya musibah itu dan ketiadaannya tidaklah sama. Ini hukumnya wajib karena Allah Ta’ala memerintahkan untuk bersabar.

Dia berfirman : "Bersabarlah kalian, sesunguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar" [ QS.Al-Anfa : 46]

3. Tingkatan Ketiga: Ridha, dalam arti Ikhlas

Yakni manusia ridha dengan musibah yang menimpanya. Ia berpandangan bahwa ada dan tidaknya musibah sama saja baginya, sehingga adanya musibah tadi tidak memberatkannya. Ia pun tidak merasa berat memikulnya.

Perbedaan tingkatan tiga ini dengan tingkatan sebelumnya nampak jelas karena adanya musibah dan tidak adanya sama saja dalam tingkatan ridha. Adapun pada tingkatan sebelumnya, jika ada musibah dia merasakan berat, namun ia tetap bersabar.

4. Tingkatan Keempat : Bersyukur

Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi. Di sini seseorang bersyukur atas ujian/musibah yang menimpanya karena ia memahami bahwa musibah ini menjadi sebab pengampunan kesalahan-kesalahannya, bahkan dapat menambah pahala kebaikannya.

Lalu mereka menghadap Rabbnya sedangkan dosa-dosa mereka telah berguguran, dan derajat keimanan yang semakin baik.

Dari Abu Hurairah katanya, Rasulullah SAW bersabda,

" Ujian akan terus menimpa seorang mukmin; laki-laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa." [at-Tirmidzi]

Wallahu a'lam bishawab
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Semoga bermanfaat ...
Kebahagiaan terletak kepada ;

✔Mereka yang PERNAH MENANGIS kemudian TERSENYUM..

✔Mereka yang PERNAH TERLUKA lantas MEMAAFKAN..

✔ Mereka yang TELAH MENCARI kemudian MENEMUKAN..

✔ Mereka yang TELAH MENCOBA lalu BERHASIL..

✔ Mereka yang TAAT dan tidak lagi BERMAKSIAT..

✔ Mereka yang IKHLAS & SABAR lalu menemukan KETENANGAN..

✔ Mereka yang SYUKUR lalu menemukan KECUKUPAN..

✔Dan mereka yang TAK PERNAH  PUTUS ASA untuk TERUS BERUSAHA..

Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat,Aamiin..

"JADIKAN CINTAMU LAKSANA KUKU"

Jangan miliki cinta seperti tebu.
Ketika habis manis sepah dibuang.

Jangan jalani cinta seperti sepak bola.
Ketika jauh dikejar dekat malah ditendang.

Jangan umpamakan cinta laksana permen karet.
Ketika sudah tak ada rasa malah lengket dimana-mana.

Dan jangan kagumi cinta seperti kembang api.
Karena indahnya hanya sebentar saja.

Karena cinta yang benar adalah..

Ketika cinta itu diumpamakan seujung kuku.
Yang setiap hari malah semakin tumbuh.

Ketika cinta itu laksana cahaya matahari.
Yang tiada pernah lelah menyinari hati yang dicintai.

Mengeluh Bukan Solusi Terbaik


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apapun masalahmu tak usah mengeluh yang berlebihan,karena bukan solusi yang terbaik..

Karena tak semua orang cukup memiliki ruang hati untuk menampung semua keluhanmu..

Mengeluh hanya akan menyebabkan seolah-olah hidup penuh beban..

Nikmati ritme masalah yang dihadapi..

Jernihkan pikiran agar menemukan cara yang terindah untuk menyelesaikan persoalan bersama orang yang dapat kita percaya..

Jangan lupa sertakan Allah,karena Dia hanya meminta kita untuk menghadapinya dengan sabar dan memohon petunjuk kepada-Nya dengan sholat..

Apapun masalahmu engkau tak seorang diri..

Semua orang punya masalah yang mungkin lebih berat daripada dirimu..

Tapi mereka mampu menghadapinya dengan cantik tanpa pelik..

Kita hidup memang disertai masalah baik besar ataupun kecil..

Kata orang,ga ada masalah ga hidup..

Jika tak ada masalah kita tidak belajar..

Dengan masalah kita dididik untuk dewasa dan kuat..

Maka hadapi,bertahan dan bersabarlah.

Copas Dari Inspirasi Wanita :-)

(GAK BACA,RUGI DEH)

► Yang mencintai kamu bukanlah dia yang selalu berkata mesra dihadapanmu
► Yang menyayangi kamu bukan dia yang
selalu mengatakan seberapa besar dia
mencintaimu
Tapi Yang mencintai kamu adalah dia yang
selalu mengkhawatirkanmu
► dia yang selalu ingin tau kabarmu
► dia yang selalu ingin membuatmu bahagia
► dia yang selalu mengerti perasaan kamu
tanpa harus kamu pinta
► dia yang tak pernah menuntun cinta kamu
untuk diperlihatkannya
► dia yang tak pernah ingin membuat
kekasihnya menangis karenanya
karna ketulusan cinta tidak perlu
diperlihatkan didepan orang banyak agar
mereka tau bahwa kamu cintanya
melainkan gimana ia mampu membuktikan seperti apa ia mampu setia dan melindungi kekasihnya serta bertanggung jawab untuk
menghalalkanya bukan cuma sekedar cinta pelampiasan semata
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.